18 February 2011

Penggunaan Deshou, Kara, Node

Kosakata :
dekiru = dapat
kikiyasui = mudah didengar
seki = tempat duduk
hima = waktu senggang
ikareru = dapat pergi
mondai = soal / masalah
kotaerareru = dapat menjawab
sewa = pertolongan


1. Ame ga furu deshou = barangkali hujan turun
2. Tabun ashita wa ii tenki deshou = barang kali besok cuaca baik
3. Kore wa Ali san no deshou = barangkali ini kepunyaan Ali
4. Tabun Ali san wa nihongo ga dekiru deshou = barangkali Ali dapat berbahasa Jepang
5. Ali san wa okane ga nai deshou = barangkali Ali tidak punya uang
6. Kongetsu no touka wa gakkou ga yasumi deshou = barangkali tanggal sepuluh bulan ini sekolah libur
7. Kono seki no houga kikiyasui deshou = barangkali dari tempat ini mudah didengar
8. Watashi mo ikitai desu ga, hima ga nai node ikare nai deshou = Saya ingin pergi juga tetapi karena tidak ada waktu senggang barangkali tidak dapat pergi
9. Gakkou wa yasumi desu kara, osoku okimashita = Saya bangun terlambat, karena sekolah libur
10. Shukudai ga takusan arimasu kara, doko e mo ikimasen = Saya tidak dapat pergi ke mana-mana, karena banyak pekerjaan

PENJELASAN
I. Kata DESHOU yang kita taruh pada akhir kalimat, baik kalimat verbal maupun kalimat nominal menyatakan adanya rasa keragu-raguan si pembicara. Ini dapat kita terjemahkan dengan kata : barangkali, agaknya, kira-kira. Kata kerja yang harus kita pakai ialah kata kerja dasar
Misalnya :
1. Ame ga furu deshou = barangkali hujan turun
2. Tabun ashita wa ii tenki deshou = barang kali besok cuaca baik
7. Kono seki no houga kikiyasui deshou = barangkali dari tempat ini mudah didengar

Ada kalanya DESHOU didahului oleh kata TABUN. kata TABUN ini diletakan pada permulaan kalimat dan kata DESHOU pada akhir kalimat seperti yang terdapat pada contoh diatas.
Bila sebagai jawaban saja cukup kita pergunakan kata TABUN DESHOU yang berarti BARANGKALI.
Misalnya :
Tanya : Ali san wa byouki desu ka? = Apakah Ali sakit?
Jawab : Hai. tabun deshou = ya barangkali

II. kata NODE atau KARA berarti SEBAB / KARENA. Kata KARA dipakai setelah kata DESU, -MASU, -MASEN
Susunan kalimat dalam bahasa Jepang, keterangan sebab selalu disebut dahulu daripada keterangan akibat.
Contoh :
Ali san wa byouki desu kara, gakkou e kimasen = Ali tidak pergi ke sekolah, karena sakit
Perhatikan contoh 8,9,10
Kata NODE tidak dapat kita pakai setelah kata DESU, melainkan hanya sesuah kata -MASU dan -MASEN juga kata kerja dasar / negatif

LATIHAN
A. Terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
1. Ahmad san wa anata no tomodachi to awanai deshou
2. Uchi ni wa okyaku ga aru node, Ali san wa konai deshou
3. Nedan ga takai desu kara, watashi wa kaimasen
4. Kyou wa ii tenki desu kara, Ahmad san wa kuru deshou
5. Ame ga futta node, doko e mo ikimasen deshita
6. Kimi no tomodachi wa tsukareru deshou
7. Siti san wa kono mondai wo kotaerarenai node, naku deshou
8. Youji ga arimasu kara, Kusuma san wa konai deshou
9. Nedan ga takai deshou
10. Kore w anata no tomodachi no chizu deshou

B. Terjemahkan ke dalam bahasa Jepang
1. Barangkali ia tidak belajar dirumah
2. Ayah tida kpergi ke mana-mana, karena di rumah ada tamu
3. Barangkali ia tidak mengerti keteranganmu
4. Barangkali harganya tidak mahal
5. Belejarlah baik-baik, karena besok lusa di sekolah ada ulangan
6. Barangkali temanmu besok pagi tidak pergi
7. Karena jauh, sewanya mahal
8. Agaknya ia sibuk hari ini
9. Jalan ini menjadi buruk, karena tiap hari hujan
10. Barangkali ia tidak membicarakan soal itu kepada guru

0 comments:

Post a Comment